Santa Cruz (Jakarta) - Seorang ibu rela mengeluarkan uang sebesar Rp 75 juta untuk mengoperasi perubahan jenis kelamin yang dialami oleh anaknya karena sang ibu yakin bahwa anaknya berada dalam tubuh yang salah.
Victoria wanita 39 tahun itu rela mengeluarkan uangnya £4,000 (sekitar Rp 57 juta) untuk Jessica melakukan operasi pengangkatan payudara. Operasi tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah Jessica mengganti jenis kelaminnya.
Dukungan sang ibu mendapat sambutan hangat dari anaknya Jessica yang menyadari dirinya sebagai pria yang terperangkap dalam pribadi wanita.
"Aku tidak pernah sebahagia ini. Aku adalah seorang pria yang terjebak dalam tubuh wanita," ujar Jessica yang mengganti namanya menjadi Oliver pada Maret 2011, seperti dikutip dari Mirror.
Sekarang aku senang karena akhirnya dunia tahu aku Oliver. Aku sudah di tubuh yang benar. Aku pikir perubahan ini akan sulit, yang membuatnya mudah adalah dukungan ibuku, tambahnya.
Tindakan yang dilakukan Oliver itu bagi Victoria tidak mengejutkannya. Menurut Oliver, ibunya justru bahagia karena kini tidak merahasiakan apapun lagi. "Dia selalu mendukungku dan ini membuat kami lebih dekat," tutur Oliver yang kini berusia 21 tahun.
Victoria mengungkapkan hal yang sama. Wanita yang cerai dari ayah Oliver saat anaknya masih bayi itu mengaku dia memang merasa ada yang berbeda. "Ada batasan yang aku tidak bisa lewati," ungkapnya.
Victoria tampak sangat memahami keinginan Oliver. Ia merasakan kalau anaknya itu memang berada dalam tubuh yang salah. "Ini sesuatu yang alami dan aku sekarang lega karena Oliver tidak perlu melawannya lagi," tandasnya.
Oliver yang dibesarkan di daerah Cheam, Surrey, merasakan dirinya berbeda dari anak perempuan lainnya. Dia tidak tertarik mengenakan baju girly atau bermain Barbie. Dia lebih senang memakai celana panjang dan kaos serta bermain Lego. "Aku naksir seorang anak perempuan di sekolah. Tapi saat itu aku tidak tahu apa artinya," kisahnya.
Masa remaja jadi saat terberat Oliver. Dia mulai menstruasi dan payudaranya membesar. Kedua hal itulah yang semakin membuatnya merasa di tubuh yang salah. "Di masa itu sangat sedih dan depresi karena aku tidak merasa benar dan tak tahu kenapa," kata Oliver lagi.
Oliver tidak pernah memberitahukan keluarganya soal perasaannya itu karena khawatir mengecewakan. Dia pun berusaha untuk memakai baju wanita untuk acara-acara formal. Dia pernah tujuh kali mengenakan gaun saat menjadi pendamping pengantin wanita.
Saat dirinya berusia 17 tahun, Oliver akhirnya mengungkapkan dirinya seorang lesbian. Namun tetap saja dia tetap tidak merasa itu yang diinginkannya. "Aku bukan seorang wanita yang menyukai wanita. Di kepalaku aku adalah seorang pria," tukasnya.
Setelah tidak tinggal bersama orangtuanya, Oliver akhirnya berani mengungkapkan keinginannya berganti kelamin. Ibunya pun setuju karena memang dia selama ini sering melihat anaknya sebagai seorang anak laki-laki.
Oliver kemudian mengunjungi seorang dokter pribadi pada Februari 2011. Proses ganti kelaminnya menjadi pria pun dimulai. Dia mulai mengkonsumsi hormon pria yang bisa membuat suaranya lebih berat, ototnya membesar dan rambut tumbuh di wajahnya.
Untuk menyempurnakan pergantian kelamin itu, Oliver harus menunggu. Dia harus mendaftarkan diri ke National Health Service dan masuk daftar tunggu. "Aku tidak keberatan menunggu karena aku sudah merasa seperti seorang pria," kata Oliver yang harus mengeluarkan biaya £ 25 ribu untuk operasi sehingga dia memiliki alat kelamin pria. (El)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar