Santa Cruz (Jakarta) - Kerasnya hidup di Jakarta merupakan sebuah tantangan yang tak bisa dihindari. Demikian dengan nasib yang dialami oleh abang yang kita sapa saja sebagai "Bang Jun" yang katanya merupakan panggilan mesrah dari Junaedy, seorang pria berumur 52 tahun ini.
Bang Jun ini memiliki profeis serabutan yang mau melakukan apa saja demi keluarga dan anak-anak tercinta.
Selain bekerja sebagai tukang sapu jalanan dia juga kerap kali nongkrong tiap malam sebagai tukang ojek mengantar wanita-wanita malam.
Penghasilan sebagai tukang ojek tentu tidak seberapa. "Sekitar 20 motor yang mangkal di sini tiap harinya. Minim seharinya dapat Rp. 50 ribu bisa dibawa pulang, kalau lagi ramai sampai Rp. 200 ribu, tapi itu jarang," kata Jun yang malam tadi di kelilingi wanita-wanita aduh hai, yang biasa mangkal di bilangan Gajah Mada Plaza, Jakarta, Minggu (27/05).
Menurutnya, dengan penghasilan sekitar Rp. 50 ribu membuat Jun harus mutar otak. Apalagi saat ini ketiga anaknya sudah sekolah di bangku SD. Pagi hingga sore, Jun harus nyapu di sekitar Harmoni sampai Kota, malamnya narik ojek mengantar para wanita malam. Bahkan Ia mengaku, sering harus menemani seorang para wanita malam tersebut dalam menjajakan diri kepada para pria hidung belang.
"Pertama-tama sih bini enggak terima, karena saya kerja sampai subuh, tapi gimana lagi bisa dapat uang lebih dari sini. Tapi sekarang diam-diam aja tuh," cerita Jun dengan bangganya.
Tugas Jun biasanya mengantarkan para wanita malam sampai hinggap di hotel kelas melati. Sekali hinggap, Jun biasa mendapatkan upah Rp. 50 ribu.
"Sekali antar ke hotel biasanya dapet gocap (lima puluh ribu), yah lumayan kalau semalaman empat kali bolak-balik bisa Rp. 200 ribu itu cuma semalaman aja, belum termasuk bonus kalo bawaan lagi ramai," guraunya.
Jun juga mengaku, kalau ngojeknya khusus mengantar para wanita malam, bahkan tidak hanya antar jemput, tetapi juga memberikan perlindungan, bila ada laki-laki hidung belang dengan keisengannya.
"Iya ngamanin aja, kalo-kalo ada yang mau berbuat jahat sama bawaan saya, bisa langsung saya kondisikan kalo engga bawa kabur umpama ada razia malam dari petugas," terangnya.
Meski demikian, Jun juga berharap tidak selamanya ingin terlibat dalam bisnis lendir ini. Bila mendapat pekerjaan yang lebih baik, dia pun segera meninggalkan profesi. "Udah cape bang, tiap hari saya harus pulang jam 05.00 Wib, belum lagi sesudah itu saya harus nyapu tiap pagi nyapu jalanan" pungkas kepada santa Cruz Crowd. (el)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar