Santa Cruz (Jakarta) - kisah derita para pahlawan devisa seakan tak kenal kata batas meski rentetan perjuangan terus dibuat baik melalui lembaga-lembaga resmi maupun lewat media komunikasi.
Para pahlawan devisa akhir-akhir ini harus menjadi wacana perbincangan publik lantaran pahitnya derita yang mereka alami terutama yang menerpa kaum hawa yang dinamakan tenaga kerja wanita (TKW).
Rentetan hidup yang ganas karena tuntutan ekonomi membuat mereka harus menguras tenaga dengan linangan air mata yang setiap saat mendapat cercaan sang majikan bahkan sampai ada yang jadi bulan-bulanan dari kekerasan yang pemilik tenaganya.
Di balik potret buram ini mereka juga kadang harus menjadi budak seks bagi para tuannya yang terlanjur bejat oleh nafsu.
Kisah derita dalam tapak para TKW ini kadang menjadi fenomena inspirasi yang dilukiskan oleh segelintir orang melalui media-media agar derita ini dikumandangkan sehingga membangkit animo orang untuk memperjuangkan.
Kisah Cucu Bin Junaedi adalah satu dari peristiwa kelam bahkan hitam yang dialami oleh wanita asal sukabumi yang pernah bermimpi bahwa Arab Saudi bisa mengubah hidupnya
Kisah ini bermula dari tulisan seseorang di KSA tentang seorang TKW yang kabur karena gajinya tidak dibayar lalu ditampung oleh seorang sopir taxi asal Mesir. Bagai pepatah keluar harimau masuk mulut singa.
Saat berada di kediaman sopir itu bukan dewi fortuna yang diperoleh Cucu tapi justru ia dijadikan pemuas nafsu sang sopir.
Ironis memang nasibnya. Tapi itulah derita sang pahlawan devisa. Siapa yang disalahkan? Gugatan ini menjadi tanda tanya semua pihak karena ternyata gadis lugu ini adalah seorang yang buta huruf. Lantas mengapa nasib wanita bangsaku seperti ini? Mengapa TKW buta huruf bisa bekerja di Saudi?
Cucu Bin Junaedi, asal Sukabumi berangkat ke KSA pada tahun 2010 melalui PT. YOUMBA BIBA ABADI JaKarta, beralamat di Jl. Raya Ciangsana No. 1-2 Pabuaran Wetan, Cibubur Bogor 16968, dengan sponsor daerah Pak Ece yang beralamat di Sukabumi.
Seperti dilansir di sejumlah media Cucu ditemukan pada Rabu, 09 Mei 2012 yang lalu, di sebuah warung di belakang hotel Casablanca daerah Asalamah 1 dist Jeddah KSA.
Saat ditemukan ia tampak seperti kebingungan dan ketika coba ditanya ia tak mampu memberi penjelasan, hanya berkata minta tolong karena ia baru saja kabur.
Setelah ditenangkan Cucu bercerita bahwa beberapa bulan yang lalu ia kabur dari rumah majikannya karena ia tidak pernah di beri uang gaji. Ia di tolong oleh sopir taxi berkebangsaan Mesir yang ternyata malah menyekapnya di sebuah rumah kontrakan.
Selama dalam penyekapan Cucu di pekerjaakan seperti layaknya pembantu dan hampir setiap hari dipaksa agar mau melayani nafsu sahwat si sopir yang belakangan ia ketahui bernama Muhammad.
Apabila menolak maka disiksa sampai badannya memar-memar.
Sayang Cucu tidak bisa menjelaskan tentang berapa lama bekerja di majikan sampai akhirnya kabur dan berapa lama disekap karena Cucu buta huruf juga tak bisa berhitung.
Identitas Cucu bisa diketahui berkat KTKLN yang berhasil ditemukan dari dompet lepeknya. Cucu juga menjelaskan semenjak datang ke Saudi Arabia sampai hari ini tidak pernah berkomunikasi dengan pihak keluarganya. "Saya tidak punya dan tidak tahu bagaimana cara menggunakan HP, saya tidak bisa baca,” ujarnya.
Cucu berharap ada yang bisa membantunya agar bisa pulang ke Indonesia dan bertemu dengan keluarganya. Ia tak tahu bagaimana keadaan keluarganya sekarang. Saat ini TKW tersebut di tampung di sebuah rumah di KSA.
Cucu mungkin adalah satu dari sekian derita para TKW yang sempat terungkap dari kisah yang coba diungkapkan orang melalui tulisan di media. Goresan kisah ini hanya menggambarkan bahwa nasib para TKW kini mungkin banyak yang harus diperjuangkan! (el)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar