Santa Cruz (Gondang Dia)- Fenomena menarik dan kreativitas akan selalu kita temukan di kereta ekonomi dari Jakarta- Bogor.
Dalam perjalanan dengan menggunakan kendaraan ular besi ini, kita akan menemukan berbagai aksi minta-minta dengan berbagai drama dramatis yang menarik simpatik dan rintihan penuh iba baik dari mereka yang terhitung orang normal maupun cacat.
Tetapi malam ini, Selasa (12/06) saya melihat aksi aktraktif yang luar biasa dari seorang pemuda yang aku sapanya dengan nama wudha. Aksi yang mengacu kekaguman dari penonton di gerbong tiga kereta ekonomi yang sudah berkarat ini.
Pasalnya, wudha yang tampil dengan celana jeans biru yang telah kusam dan baju biru garis-garis mampu memainkan gitar dengan semua pelengkap drum yang telah dirancang dan menggantung di badannya. Wudha tampil sebagai gitaris sekaligus drummer dan melantunkan lagu " Bento" Iwan Fals yang hampir tak beda dengan suara "sang pribumi" sendiri.
Anda pasti bingung untuk memahaminya. Tetapi aku mencoba mendeskripsikan sedikit aksi atraktif ini. Gitar milik wudha disambung dengan piringan drum yang ditaruh gantung di kepalanya setelah ditopang sebongkah kayu dari belakangnya. Gerakan tangan wudha yang memainkan gitar akan mempengaruhi pukulan dari piringan drum itu. Semuanya mengalun penuh keserasian.
Sedang dua buah drumnya digantung di belakangnya dan dihubung dengan tali menuju kakinya sehingga tiap hentakan kakinya menghasilkan tabuhan yang harmonis.
Aksi kepiawaian Sang Wudha ini mendapat banyak apresiasi dari banyak penumpang sehingga banyak yang memberikan tips berupa uang padanya. Bahkan ada yang memotretnya termasuk aku. Inilah jepretan aku pada Wudha.
2. Aksi Wudha bagaikan Iwan Fals
3. Aksi Wudha yang membuat penonton terkesima
4. Aksi yang mendapat banyak jepretan
Apakah kita bisa menjadi kreatif kayak wudha?





Tidak ada komentar:
Posting Komentar