Selasa, 03 Juli 2012

Aksi Atraktif Pasola Sumba Barat Yang Mendunia

Santa Cruz (Sumba) - Upacara perang tradisional atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Pasola’ merupakan daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara setiap tahunnya di Pulau Sumba.

Tidak semua Kabupaten di Pulau Sumba memiliki Pasola, hanya ada di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Pasola diadakan setiap tahun dan di beberapa titik lokasi, antara lain Kecamatan Lamboya, Wanokaka dan Gaura.

Pelaksanaan upacara Pasola ditentukan atas kesepakatan dari para Rato (Kepala Adat/Pendeta Adat) dan penentuan ini tidaklah mudah karena harus melihat posisi bulan dan cuaca.

Biasanya hanya 2 minggu sebelumnya baru diketahui waktu pasti pelaksanaan Pasola maka dari itu setiap tahun pelaksanaan Pasola akan berubah-rubah tanggal meskipun kisarannya tidak jauh dari bulan Februari atau Maret.

Tahun ini, Pasola diadakan pada 14 Maret 2012 sedangkan tahun sebelumnya diadakan pada tanggal 24 Februari.

Permulaan Pasola biasanya dimulai dengan pencarian ‘Nyale’ (sejenis cacing laut yang berwarna merah, hijau atau putih) pada malam/menjelang dini hari. Banyaknya ‘Nyale’ yang terkumpul di percayai sebagai tanda keberhasilan panen.

Pelaksanaan ‘Nyale’ sangat penting karena dipercayai bisa menentukan nasib panen masyarakat setempat untuk satu tahun ke depan.


Pasola sendiri berasal dari kata “Sola” atau “Hola” yang berarti Lembing atau Kayu dalam bahasa setempat, dilakukan dengan berkuda dan saling melempar lembing dari atas punggung kuda yang sedang berlari cepat antara dua kelompok yang berlawanan.


Setiap kelompok terdiri lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak tumpul yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira 1,5 cm. Lembing demi lembing dilempar supaya terkucur darah lawan, setiap tetesan darah yang tertumpah dipercayai dapat menyuburkan tanah. Tanpa dendam. Diiringi pekikan kuda dan sorakan penonton, kegembiraan menggema saat lembing mengenai sasaran. (El)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar