Selasa, 14 Agustus 2012

Satu: Ketika Pastor Katolik Pembangkang Menggugat Vatikan

Santa Cruz (Jakarta) - Suasana perayaan Kamis Putih kali ini di pusat katolik Roma terasa berbeda setelah segelintir aksi dari para imam pembangkang yang mencoba mereformasi ketentuan doktrin gereja dengan aturan yang sedikit liberal.

Aturan itu merujuk pada usaha untuk mempertanyakan larangan mengenai ketentuan hidup selibat para imam dan alasan mengapa kaum hawa dilarang menjadi imam. Waaah ?

Tentunya usaha para imam yang boleh ku katakan liberal ini menuai berbagai kutukan dari berbagai pihak termasuk dari Paus sendiri.

Pasalnya saat berhomili dalam misa Kamis Putih di Vatikan, Paus menyatakan tidak akan menoleransi aksi pembangkangan pastor tersebut.

Para jurnalis yang meliput acara ini mengatakan tidak biasanya Paus mengkritik secara blak-blakan.

Sekitar 15% dari 2.000 pastor gereja Katolik di Austria menandatangani semacam mosi untuk mengabaikan perintah otoritas tertinggi gereja Katolik, pada Juni tahun lalu.

Dalam berbagai aktivitasnya, kelompok pastor Katolik ini menyerukan pentingnya "reformasi secara berkelanjutan terhadap ajaran Katolik" serta "tidak melarang kaum perempuan menjadi pastor serta membolehkan pastor menikah".
Bukan berteori

Paus mengatakan dia dapat memahami kepedulian para pastor pembangkang tersebut terhadap gereja serta keinginan mereka untuk melakukan perubahan secara drastis.

"Tetapi apakah cara-cara pembangkangan atas ajaran Katolik ini benar-benar merupakan jalan keluarnya?" Kata Paus dalam nada bertanya di hadapan jemaat Katolik yang berkumpul di Santa Petrus Basilika.

Dalam bagian lain pidatonya, Paus kemudian menuduh sikap dan tindakan kelompok pastor pembangkang ini dilatari "dorongan sikap putus untuk mengubah gereja sesuai pilihan dan ide mereka sendiri".

Paus menambahkan bahwa apa yang diutarakannya terkait pembangkangan sekelompok pastor di Austria bukanlah opininya pribadi, tetapi merupakan ajaran gereja.

"Saya tidak berteori dan mengutarakan sikap saya pribadi, tapi ini adalah keyakinan gereja," katanya. (El)

Sumber: BBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar