Selasa, 14 Agustus 2012

Tiga: Pembocor Rahasia Kepausan Resmi Jadi Tersangka

Santa Cruz (Jakarta) - Pembantu Paus Benediktus secara resmi menjadi tersangka dalam penyelidikan Vatikan terkait serangkaian kebocoran dokumen ke media.

Vatikan menuduh Paolo Gabriele, 46, memiliki dokumen rahasia secara ilegal.

Sejumlah kebocoran yang disebut Vatileak mengungkapkan adanya dugaan korupsi, ketidakberesan manajemen dan konflik internal di Vatikan.

Bulan lalu, Paus Benediktus XVI membentuk komisi khusus kardinal untuk menyelidiki kebocoran ini.

Gabriele sering terlihat mendampingi Paus di depan umum, termasuk duduk di depan jip terbuka saat Paus bertemu dengan jemaah.

Juru bicara Vatikan Federico Lombardi mengatakan dalam satu pernyataan bahwa Gabriele ditangkap hari Rabu di apartemennya yang terletak di dalam Vatikan dengan dokumen-dokumen yang ia peroleh secara ilegal.

Tuduhan Nepotisme dan Korupsi
Penahanan ini terjadi setelah penerbitan buku "His Holiness" -yang mencantumkan surat dan memo rahasia dari dan ke Paus Benediktus ke sekretaris pribadinya- pekan lalu.

Vatikan menyebut buku ini "kriminal" dan berjanji untuk mengambil langkah hukum terhadap penulis dan penerbit dan siapapun yang membocorkan dokumen.

Gabriele adalah pembantu dan asisten pribadi Paus dan termasuk salah satu dari sedikit orang yang memiliki akses ke apartemen Paus.

Skandal Vatileak ini menjadi berita utama di media Italia termasuk televisi dan majalah.

Wartawan BBC David Willey di Roma mengatakan bocornya dokumen yang sangat rahasia dari Sekretariat Vatikan yang termasuk surat pribadi ke Paus Benediktus XVI, membuat malu Paus sehingga ia meminta agar penyelidikan segera dilakukan.

Dokumen yang dibocorkan ini termasuk surat kepada Paus dari duta besar Vatikan untuk Washington tentang tuduhan nepotisme dan korupsi di kalangan Vatikan.

Satu dokumen menyebut tentang memo yang mengkritik Kardinal Tarcisio Bertone, orang nomor dua Paus, dan laporan tentang pembayaran gelap oleh Bank Vatikan. (El)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar