Jumat, 04 Februari 2011


SANTA CRUZ CROWD
(Catatan dan Potret tentang daerah, budaya, Pariwisata di kabupaten Ngada khususnya kecamatan Soa, Propinsi NTT)
Di antara kemajuan yang makin global muncullah rintihan kepedihan akan musnahnya sebuah kebudayaan. Desingan gong dan tabuhan gendang yang sebetulnya mengalunkan simponi harmoni  yang penuh keserasian dan kesatuan kini telah diubah dengan deringan-deringan  HP  yang sangat Fariatif. Ini pratanda sebuah keruntuhan. Apakah isak tangis para nabi atas runtuhnya menara Babel menjadi tangisan akan kematian budaya kita  saat ini juga?
Katakan tidak jika anda, saya, kita semua mau bangkit. Semua bermula dari tanah pijakan kita. Apa pun penilaian orang terhadap kita. Bila kita dinilai sukuis? Kita telah dieratkan dengan bangsa.  Konservatif? kita telah hidup dalam dunia modern. Primordialisme? kita bukan kanibal atau perancang genocide. Apa lagi yang harus ditangisi?
WAKE UP !
Santa Cruz Crowd adalah wadah organisasi pemuda-pemudi yang terbentuk dan kuat keberadaanya hingga kini di kecamatan Soa, kabupaten Ngada, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Organisasi ini telah lama terbentuk  dengan berbagai sebutan. Kesatuan Pemuda yang awalnya bergelut pada lembaga gereja ini kemudian diberi nama baru pada tanggal 18 Februari  1998 dengan nama SANTA CRUZ CROWD oleh beberapa pemuda-pemudi usil ( Tapi Punya visi misi). kini kesatuan ini tetap exist. Tetapi orang-orang yang berkecimpung di dalamnya ada yang bertahan tapi ada yang pergi. Tetapi kesatuan untuk mempertahankan eksistensi dari kesatuan ini tetap ada maka kita membuka wadah ini untuk berbicara semua tentang Soa: baik dalam bentuk tulisan maupun bidikan-bidikan kamera di tanah Soa. Karena kita semua yakin, HOGA SOA ( baca pecinta Soa ) punya catatan, potret dan pata tentang Soa yang kami sebut sebagai street Performance Of Hoga Soa. Street performance adalah aksi-aksi  pengalaman mereka. Di sana segalanya bisa terjadi. Tapi satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah kenangannya tentang tanah di mana plasenta dan ari-arinya di kubur. Inilah yang ingin kita satukan di sini, agar orang bisa tahu tentang Soa. Mari kita satukan semua pemahaman kita tentang Soa dalam bentuk goresan karena kata dan aksi kita akan mati ketika jiwa tertelan bumi tetapi tulisan  akan abadi sejalan dengan perputaran waktu.

            Kita nantikan aksimu Hoga Soa dan pemerhati tentang Soa. Ini tagihan. Berbicara dan berkreatiflah tentang Soa. Semuanya harus diangkat agar dikenal karena Soa punya banyak potensi  yang masih terkubur. Jangan pernah takut untuk mulai. Bumi Soa tak akan menangis kalau kamu gagal tetapi bumi Soa akan meneteskan air mata kalau kamu tak bangun.
            Mari kita sama-sama bangun untuk tanah Soa. Kalau kamu punya ideologi maka anda juga harus punya budaya.  Maka lantunan kata-kata Max Weber menjadi reflektif untuk direnung :
Ideologi dan kebudayaan yang ada di bumu ini selalu bersaing dan tidak mungkin dibangun dialog antara mereka. Dialog  antarbudaya dan antarideologi  hanya mungkin dibangun atas dasar sebuah pengetahuan atau substansi objektif yang dapat diterima oleh semua. 




 

                                    







                              






Urbanus H.A. No








Tidak ada komentar:

Posting Komentar