Santa Cruz (Aceh) - Berbeda dengan lainnya, di Nangroe
Aceh Darussalam (NAD) atau yang akrab disebut dengan kota “Serambi Mekah”,
warganya menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menyembelih kambing
atau kerbau. Tradisi ini disebut “Meugang”, konon kabarnya tradisi “Meugang”
sudah ada sejak tahun 1400 Masehi, atau sejak jaman raja-raja Aceh.
Tradisi makan daging kerbau atau kambing ini biasa
dilakukan oleh seluruh warga Aceh. Bahkan jika ada warga yang tidak mampu
membeli daging untuk dimakan, semua warga akan bergotong-royong membantu, agar
semua warganya dapat menikmati daging kambing atau kerbau sebelum datangnya
bulan suci Ramadhan.
Untuk tradisi “Meugang” di lingkungan keluarga biasa dilakukan 1 -
2 hari menjelang pelaksanaan hari pertama Ramadhan dimana para keluarga ( Ibu
dan Bapak) akan berbelanja untuk membeli bahan dan bumbu masakan untuk dimasak
dan dimakan bersama sebelum bulan suci Ramadhan dan juga beberapa masakan khas
Aceh yang dapat disimpan sampai masuk bulan suci Ramadhan untuk dimakan pada
saat sahur dan berbuka.
Sahur adalah waktu dimana umat muslim makan dan minum sebelum
masuk waktu Imsak dimana waktunya untuk berhenti dan menunggu pelaksanaan
shalat shubuh.
Secara budaya tradisi “Meugang” melambangkan penghormatan serta
acara berkumpul bagi keluarga serta saat untuk bersama menikmati masakan khas
daerah Aceh dimana masakan yang disajikan bisanya adalah Sie Reboh, asam keung
dan lain sebagainya.
Tradisi “Meugang” biasanya juga dilakukan saat hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Haji. Wah...senangnya bisa berkumpul dengan keluarga dan kerabat untuk makan bersama. (el)
Catatan: Tulisan ini sudah dimuat di komhukum.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar