Minggu, 22 Juli 2012

Meneropong Makna Jeruk Nipis Dalam Tradisi Balimau


Santa Cruz (Jakarta) - Pernah dengar tradisi Balimau? Dalam Bahasa Indonesia kata Balimau adalah "Berlimau". Limau adalah nama sebutan jeruk. Kata Limau lebih cenderung direferensikan ke jeruk nipis atau jeruk yang biasa digunakan untuk obat atau buah untuk dikonsumsi.


Tradisi yang populer di Tanah Minang memiliki arti mandi menggunakan beberapa rempah (serai, pandan dan limau/jeruk nipis) sewaktu memasuki bulan suci Ramadhan. Dulu kala, Balimau tidak menggunakan sabun seperti sekarang ini, hanya menggunakan kulit limau untuk membersihakan badan dan kulit kepala. Proses Balimau ini biasa dilakukan di sungai atau pancuran karena di zaman dulu belum banyak sumur.

Mengutip dari situs web http://inioke.com, makna Balimau saat ini semakin luas, sebagai prosesi membersihkan diri sebelum memasuki bulan Ramadhan. Di jaman modern ini, masyarakat lebih memilih shampo dan sabun untuk membersihkan diri, ketimbang menggunakan jeruk limau. Yang tidak berubah dari tradisi balimau saat ini adalah tempat pelaksanaannya masih di sungai atau di pancuran (air terjun) bahkan ke pantai.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, munggahan kini hanya diartikan sebagai makan-makan atau kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman sebaya dalam menyambut bulan Ramadhan dan balimau hanya tradisi untuk mandi-mandi menjelang datangnnya bulan Ramadhan.

Seiring dengan tradisi Balimau yang mulai memudar, makna kegiatan mandi atau makan bersama tersebut diharapkan bisa saling maaf memaafkan, mempererat tali silaturahmi dan dapat menyucikan diri saat menyambut bulan suci Ramadhan. (El)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar