Santa Cruz (Bali) - Matahari masih menampilkan keganasannya di siang itu kala kakiku menyusuri Pantai Kuta yang telah dikenal di seantero jagat.
Sesekali sapaan dari ibu-ibu paruh baya menyapa ramah sambil menawarkan layanan pijatan dengan harga yang tergolong variatif mulai dari Rp. 20.000-Rp. 150.000 di antara riuhnya pengunjung yang berlari, menari di atas gelombang atau pun yang sekedar berbaring malas di panasnya Pasir putih Kuta atau menghabiskan bacaan-bacaan ringan dalam kesegaran.
Di sisi lain di sudut-sudut pantai di bawah rindangan pepohonan pantai, sekelompok pria bertato tak kalah agresifnya menawarkan kemampuan artistiknya untuk membuat tulisan pada kulit setiap pengunjung yang berminat dengan berbagai motif sambil menawarkan minuman-minuman ringan maupun beralkohol serta selaksa pakaian-pakaian khas Bali.
(Pantai Legian dan pesona yang alamiah)
Ya itulah sepenggal suasana riuh di Pantai Kuta Bali. Ketenarannnya, keindahan dan damai laut yang ada di pantai ini membuat Kuta layaknya Pantai yang tak akan pernah sepi dalam 24 jam rotasi perputaran waktu.
Namun janganlah kecewa jika kita ingin mencari ketenangan di pantai Pulau Dewata. Masih ada pantai yang menawarkan suasana yang tenang dan keindahannya tak kalah dengan panorama alam di pantai Kuta.
Pantai Legian dan Seminyak itulah pantai indah penuh ketenangan. Kedua pantai ini lokasinya berada di sebelah utara Pantai Kuta yang terkenal itu. Makanya tak heran, suasana dan atmosfernya hampir serupa dengan Pantai Kuta meskipun pengunjungnya tentu tak sebanyak di Pantai Kuta.
Namun di situlah kelebihannya karena dengan suasana yang tak terlalu ramai maka pengunjungnya benar-benar ingin bersantai dan rileks.
Namun janganlah kecewa jika kita ingin mencari ketenangan di pantai Pulau Dewata. Masih ada pantai yang menawarkan suasana yang tenang dan keindahannya tak kalah dengan panorama alam di pantai Kuta.
Pantai Legian dan Seminyak itulah pantai indah penuh ketenangan. Kedua pantai ini lokasinya berada di sebelah utara Pantai Kuta yang terkenal itu. Makanya tak heran, suasana dan atmosfernya hampir serupa dengan Pantai Kuta meskipun pengunjungnya tentu tak sebanyak di Pantai Kuta.
Namun di situlah kelebihannya karena dengan suasana yang tak terlalu ramai maka pengunjungnya benar-benar ingin bersantai dan rileks.
(Berlari Santai di Pantai Seminyak)
Pada mulanya kawasan Legian merupakan desa agraris. Sekalipun letak desanya di tepi pantai, namun mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Dan hanya sebagian kecil saja penduduk yang bekerja sebagai nelayan.
“Nasib” Pantai Legian kemudian berubah ketika di Pantai Kuta semakin banyak pengunjung sehingga Legian ke bagian luberan pengunjung. Dua desa tersebut pun turut berbenah dan menyediakan berbagai fasilitas untuk pelancong.
Maka, kini, Anda yang berkunjung ke Legian dan Seminyak bisa menjalankan aktifitas laiknya di Kuta, seperti berenang, surfing, bermain bola di sisi pantai, sun bathing di pasirnya yang putih, serta menikmati panorama saat matahari terbenam (sunset).
“Nasib” Pantai Legian kemudian berubah ketika di Pantai Kuta semakin banyak pengunjung sehingga Legian ke bagian luberan pengunjung. Dua desa tersebut pun turut berbenah dan menyediakan berbagai fasilitas untuk pelancong.
Maka, kini, Anda yang berkunjung ke Legian dan Seminyak bisa menjalankan aktifitas laiknya di Kuta, seperti berenang, surfing, bermain bola di sisi pantai, sun bathing di pasirnya yang putih, serta menikmati panorama saat matahari terbenam (sunset).
Demikian, pengunjung tak hanya bisa menikmati keindahan laut Legian dan Seminyak, juga bisa sekalian mencicipi masakan-masakan kesukaan yang bisa dipilih sebagaimana di Kuta.
Malah, restauran dan kafe terkenal kini sebagian ada di Seminyak. Sebagian kafe tersebut sering menyelenggarakan pesta yang heboh. Yang menarik, di sepanjang jalan menuju pantai Seminyak berdiri jajaran restauran yang menawarkan hidangan yang rasanya menakjubkan dari harga yang murah sampai yang menguras kantong (kebanyakan orang), dari yang hidangan tradisional hingga hidangan internasional. Makanya jalanan tersebut dijuluki eating street. Selamat Berkunjung! (el)
Malah, restauran dan kafe terkenal kini sebagian ada di Seminyak. Sebagian kafe tersebut sering menyelenggarakan pesta yang heboh. Yang menarik, di sepanjang jalan menuju pantai Seminyak berdiri jajaran restauran yang menawarkan hidangan yang rasanya menakjubkan dari harga yang murah sampai yang menguras kantong (kebanyakan orang), dari yang hidangan tradisional hingga hidangan internasional. Makanya jalanan tersebut dijuluki eating street. Selamat Berkunjung! (el)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar