Rabu, 05 Desember 2012

Bukit Sumpula, Pantai di Atas Bukit

Santa Cruz (Jakarta) - Kalau Anda mencari pasir putih mungkin tujuan Anda pantai dengan deburan ombak dan angin yang berhembus sepoi-sepoi. Namun kali ini akan berbeda saat Anda menjelajahi Bukit Sumpula, Papua.


Papua seolah tak pernah habis untuk dijelajahi. Di bagian tengah pulaunya, tepatnya di Wamena, ada keajaiban alam yang akan membuat Anda takjub. Hamparan pasir putih di Bukit Sumpula mampu membuat takjub semua orang yang memandangnya.

Dari Bandara Wamena, perjalanan ke Bukit Sumpula memakan waktu sekitar 45 menit dengan mobil. Panasnya kota Wamena diimbangi dengan udara sejuk khas Wamena. Terang saja, wilayahnya di kelilingi oleh pegunungan. Segarnya!

Akhirnya, mata semua rombongan tertuju ke suatu bukit. Bukit yang ditumbuhi rerumputan dan penuh bebatuan berwarna abu-abu. Tak ada pohon yang berukuran tinggi di sana. "Di bukit ini ada enam titik lokasi pasir putihnya," Sakeus Dabi.

Pasir putihnya sangat kontras dengan rerumputan hijau di sekelilingnya. Ini benar-benar ajaib. Saat dipegang, tekstur pasirnya sangat halus di tangan bagaikan memegang pasir di pantai namun pasir putih ini berasal dari bukit. Masih dalam rasa takjub, Anda disuruh untuk mendaki lebih ke atas. Ada apalagi di sana? 
(Pesona Pasir dari Kuasa Ilahi)
 Wow! Saat mendaki ke atas bukitnya lebih tinggi lagi, pasir putihnya makin banyak. Tak hanya itu, batu-batu besar berwarna hitam dan abu-abu makin membuat pemandangannya menakjubkan. Batu-batu granitnya seperti di pantai yang ada di Pulau Belitung!  "Pasir putih ini sudah ada sejak dulu, ini adalah pemberian Tuhan," lanjut Sakeus. 

 Rombongan pun dibuat sibuk memotret sana-sini, sekaligus bermain pasir. Dari atas bukitnya, ada pegunungan berwana hijau yang diselimuti awan putih dan langit biru jernih. Anak-anak kecil yang bermain di sini menambah keceriaan kami. "Masyarakat menjaga tempat ini menolak pengolahan pasir putih untuk dibuat kaca," tegas Sakeus.

Sakeus menambahkan, bukit pasir putih ini belum masuk dalam pengelolaan Dinas Budaya dan Pariwisata. Masyarakatlah yang menjaganya agar tetap terawat.  "Untuk biaya masuknya secara sukarela saja," ujar Sakeus.

Inilah keajaiban Papua lainnya. Pasir putih di sini bagaikan 'pantai' yang dipindah di atas bukit. Meski tak ada air laut biru, pasir putihnya sudah membuat diri ini takjub! (El)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar