Selasa, 27 Maret 2012

Menteri BUMN Marah-marah, Pelanggan Tol Dibiarkan Gratis

Santa Cruz (Jakarta)- Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Selasa (20/03) pagi pukul 06.10 WIB terlihat mengatur kendaraan yang akan memasuki gerbong tol Semanggi ke arah Slipi.

Pasalnya, Dahlan sedang meminta puluhan kendaraan masuk gerbang tol dalam kota tanpa membayar. Penyebabnya, karena Mantan Dirut PLN itu marah lantaran melihat antrian mobil yang demikian panjang namun hanya dua loket yang melayani para pengguna tol.

Menurut Humas Kementerian BUMN, Rudi Rusli kepada wartawan mengatakan bahwa, pukul 07.00 pagi tadi Dahlan hendak berangkat rapat koordinasi setiap hari Selasa ke Kantor PT. Garuda Indonesia. Namun ketika melihat ada antrian sepanjang 30 mobil di depan pintu tol, Ia langsung turun.

"Waktu mau masuk tol antrian panjang sekali, lebih dari 30 mobil. Ini bertentangan dengan instruksi Pak Menteri yang minta antrian paling panjang lima mobil," katanya, Selasa, (20/03).

Dahlan pun langsung turun dari mobil untuk memeriksa loket yang dioperasikan BUMN, PT. Jasa Marga itu. Hanya dua loket masuk tol yang beroperasi, sedangkan dua loket lainnya masih tutup. Dua loket yang buka adalah satu loket manual dan satu loket otomatis.

Melihat itu, Dahlan langsung mengambil kursi yang ada di dalam loket yang masih tutup. Kursi itu langsung dibuang keluar loket. "Tidak ada gunanya kursi ini!" katanya.

Dahlan berinisiatif membuka penghalang di dua loket yang masih belum dioperasikan.  Ia minta agar mobil yang antri segera masuk lewat loket kosong tanpa bayar.

Lebih dari 100 mobil disuruh lewat begitu saja tanpa bayar. Salah satu pemilik mobil yang sedang lewat saat itu  ternyata kenal Dahlan yang saat itu sedang mengatur antrian mobil di pintu tol. Ia adalah Emirsyah Satar, Direktur Utama Garuda.

"Ada apa pak kok ngatur lalu lintas? ini gratis ya pak," kata Faisal saat itu seperti yang ditulis di media. Setelah antrian tak memanjang lagi dan pintu tol sepi, baru Dahlan meninggalkan lokasi itu. (El)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar