Rabu, 04 April 2012

Aksi Unjuk Rasa Dan Kisah Robin Hood

Santa Cruz (Jakarta)- Aksi demonstrasi yang menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh kelompok-kelompok kekuatan masyarakat bagaikan kisah perjuangan Robin Hood dari Tanah Inggris.

Menurut, Pengamat dan praktisi hukum, Alfons Loemau, M.Si, M.Bus, aksi demonstrasi yang marak  adalah bentuk kesadaran dari berbagai elemen masyarakat yang merasa tertekan dengan kebijakan Pemerintah khususnya dalam menaikan harga BBM sehingga membangkitkan kekuatan untuk melawan pemerintah bagaikan keberanian Robin Hood yang melegenda di tanah Inggris Raya.

"Aksi unjuk rasa yang ada bagaikan kisah Robin Hood yang berani melawan pejabat yang korupsi untuk kepentingan rakyat. Bedanya kalau di Inggris menampilkan satu sosok tetapi di negeri ini menampilkan kelompok kekuatan masyarakat yang hadir tidak dengan menjarah atau merampok tetapi dengan berdemonstrasi," jelasnya kepada komhukum.com, Kamis (29/03).

Namun aksi unjuk rasa kelompok kekuatan masyarakat ini dilawan dengan demonstrasi represif atau kekerasaan dengan menggunakan alat kekuasaan untuk melindungi penguasa walaupun sebenarnya alat kekuasaan itu juga mempunyai kewajiban untuk melindungi rakyat.

Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menegaskan bahwa pemerintah harus lebih jernih dalam menyingkapi aksi unjuk rasa ketimbang menerapkan demonstrasi represif untuk menekan aksi rakyat.

"Pemerintah seharusnya menangkap "provokator" yang mencoba memberikan isu-isu yang mengambang dan membingungkan terkait dengan kenaikan harga BBM sehingga rakyat dibawa pada pemahaman yang dangkal dan susah dalam memahami kebijakan pemerintah," tegasnya.

Oleh karena itu, Alfons mengharapkan adanya diskusi publik agar rakyat bisa diberi pencerahan yang memadai ketimbang dibiarkan hidup dalam isu-isu ketidakpastian.

"Pemerintah perlu melakukan diskusi terbuka agar rakyat dapat memperoleh berbagai fakta dan data yang realistis dengan angka-angka  riil mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah khususnya alasan menaikan harga BBM," tambah Alfons.

Seperti diketahui  Robin Hood adalah tokoh dalam cerita rakyat Inggris. Ia adalah seorang bangsawan yang menjadi musuh Sheriff of Nottingham atau Prince John, melawan pejabat yang korupsi untuk kepentingan rakyat. Ia memimpin 140 orang yang disebut "Merry Men".

Robin Hood dianggap sebagai ikon “sang pahlawan pencuri” dan tindakan-tindakannya yang kontroversial. Berdasarkan legenda itu, ia dan kelompoknya tinggal di hutan Sherwood untuk membangun perlawanan terhadap kekuasaan yang tiran di Nottingham.

Dalam perlawanannya, Robin Hood sering melakukan aksi perampokan terhadap orang-orang kaya dan kemudian membagikan hasil jarahannya tersebut kepada rakyat miskin. Orang-orang kaya yang dirampoknya adalah kelompok penindas rakyat kecil, sehingga ada dua pendapat berbeda yang menjadi respon orang terhadap Robin Hood. Menurut pemerintah ia adalah penjahat, sedangkan menurut rakyat kecil ia adalah seorang pahlawan.(El)








1 komentar: