Santa Cruz (Jakarta) - Kalau anda terbiasa dengan berwisata di daerah Indonesia bagian barat maupun bagian tengah maka sekarang kami akan mengajak untuk berwisata di daerah Indonesia bagian timur.
Dan Indonesia bagian timur yang akan kita jelajahi adalah Papua. Ya, Papua adalah wilayah di Indonesia yang dianugerahi dengan kecantikan alam yang luar biasa indahnya, ingin bukti ?
Kami akan berikan salah satu bukti dari cantiknya wilayah Papua ini.
Di tengah ganasnya dataran Papua, terbentang lembah cantik dengan sungai meliuk di tengahnya. Dipagari Pegunungan Trikora, Lembah Baliem menjadi saksi harmonisnya alam Papua dengan suku Dani sebagai penghuninya.
Berada di tengah dataran Papua, lembah ini membentang di ketinggian 1.600 mdpl. Sungai Baliem yang membelahnya bermuara di sebelah utara Pegunungan Trikora. Air sungai yang dingin ini lalu melaju makin rendah, melewati sawah dan ladang, hingga pecah di ketinggian 1.500 mdpl.
Di situ, air dari Sungai Baliem menyatu dengan danau berlumpur kecoklatan. Namun arusnya terus melaju turun, hingga nantinya menghilir ke Laut Arafura. Sepanjang perjalanannya, air sungai ini jadi berkah bagi masyarakat yang tinggal di sana yaitu Suku Dani.
Sebagai suku asli Papua, Dani terisolasi oleh alam. Jajaran Pegunungan Trikora jadi benteng alami sekaligus penyedia kehidupan. Di lereng pegunungan ini, mereka bercocok tanam dan beternak hewan. Tanah vulkanis yang gembur pun ditanami umbi-umbian, jahe, pisang, dan timun.
Sebagai suku yang masih terjaga keasliannya, masyarakat Dani membuat peralatan sederhana berbahan batu dan tulang. Tulang-tulang itu mewakili gaharnya Suku Dani, yang juga terkenal sebagai pejuang. Sedangkan batu menjadi basis tradisi Bakar Batu, yakni memasak babi di atas batu panas.
Indahnya lembah dari ketinggian, liukan sungai dengan air penyedia kehidupan, serta suku Dani yang menjaga keseimbangan alam. Tak ada satu pun yang boleh terlewat ketika Anda berada di dataran Papua.
Wamena adalah ibukota kabupaten Jayawijaya, Papua. Untuk mengunjungi Wamena kita harus terbang dari Jayapura dengan pesawat komersil yang banyak melayani rute ini. Wamena merupakan obyek wisata utama di tanah Papua, selain Asmat, Kamoro, Korowai, Yani Ruma dan sebagainya.
Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Lembah ini dikenal juga sebagai grand baliem valley merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, 27 km dari Wamimena, Papua. Selain suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni suku Yali dan suku Lani.
Wamena terletak di lembah dengan ketinggian 2500mdpl, jadi udaranya dingin. Tidak butuh AC di penginapan atau hotel2 di sana. Wamena terkenal dengan sebutan Lembah Baliem di mana Suku Dani mendiami hampir seluruh kawasan ini.
Lembah Baliem terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Lembah ini merupakan salah satu kawasan dengan daya tarik wisata yang terkenal hingga mancanegara. Apa yang menjadikannya menarik?.
Wamena adalah ibukota kabupaten Jayawijaya, Papua. Untuk mengunjungi Wamena kita harus terbang dari Jayapura dengan pesawat komersil yang banyak melayani rute ini. Wamena merupakan obyek wisata utama di tanah Papua, selain Asmat, Kamoro, Korowai, Yani Ruma dan sebagainya.
Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah dan masih alami. Lembah ini dikenal juga sebagai grand baliem valley merupakan tempat tinggal suku Dani yang terletak di Desa Wosilimo, 27 km dari Wamimena, Papua. Selain suku Dani beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini yakni suku Yali dan suku Lani.
Wamena terletak di lembah dengan ketinggian 2500mdpl, jadi udaranya dingin. Tidak butuh AC di penginapan atau hotel2 di sana. Wamena terkenal dengan sebutan Lembah Baliem di mana Suku Dani mendiami hampir seluruh kawasan ini.
Lembah Baliem terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Lembah ini merupakan salah satu kawasan dengan daya tarik wisata yang terkenal hingga mancanegara. Apa yang menjadikannya menarik?.
Pertama, beberapa diantara mereka masih menggunakan pakaian zaman dulu alias telanjang, dengan hanya menggunakan koteka atau sali untuk menutupi alat kelamin mereka. Hal ini menjadi obyek wisata tersendiri.
Kedua, obyek wisata lainnya yang bisa dikunjungi di Wamena adalah mumi yang berumur ratusan tahun di Kampung Kurulu, Danau Habema yang indah di ketinggian 3500an mdpl, danau air asin, pemukiman suku Dani di honai-honai, puncak Gunung Trikora dan sebagainya.
Ketiga, Wamena juga merupakan pijakan untuk mengunjungi kawasan eksotik lainnya seperti Suku Korowai di Yani Rumah, yang merupakan suku yang tinggal di atas pohon, kemudian Suku Yali Mek di Anggruk yang tinggal di honai-honai (rumah tradisional) di pegunungan. Atau bisa juga ke Kabupaten Asmat yang masyarakatnya tinggal di atas rawa-rawa.
Sedangkan transportasi di Wamena ada 3 macam, becak, angkot dan mobil sewaan. Dari bandara kalau barang kita tidak banyak kita bisa menggunakan becak untuk mencapai hotel, atau jalan kaki, karena hampir semua lokasi hotel tidak terlalu jauh dari bandara. (el)
Ketiga, Wamena juga merupakan pijakan untuk mengunjungi kawasan eksotik lainnya seperti Suku Korowai di Yani Rumah, yang merupakan suku yang tinggal di atas pohon, kemudian Suku Yali Mek di Anggruk yang tinggal di honai-honai (rumah tradisional) di pegunungan. Atau bisa juga ke Kabupaten Asmat yang masyarakatnya tinggal di atas rawa-rawa.
Sedangkan transportasi di Wamena ada 3 macam, becak, angkot dan mobil sewaan. Dari bandara kalau barang kita tidak banyak kita bisa menggunakan becak untuk mencapai hotel, atau jalan kaki, karena hampir semua lokasi hotel tidak terlalu jauh dari bandara. (el)
Catatan : Berita ini da dimuat di komhukum.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar