PS (Jakarta) - Partai
Nasdem merupakan salah satu partai baru yang telah dinyatakan lolos verifikasi
pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum.
Partai NasDem kini
sedang memikirkan strategi dan lobi-lobi yang konstruktif dalam mencari
figur-figur yang bakal dijadikan calon Presiden di Pilpres 2014 bersama
beberapa figur lain yang kini telah diusung untuk berdebut di pesta demokrasi
politik RI ini.
Di riuhnya euforia
gebrakan yang telah dilakukan oleh partai di bawah pimpinan Ketum Patricia Rio
Cappella tersebut, kini Partai Nasdem dengan jargon mengusung restorasi ini
terancam pecah.
Rumor yang berkembang di
publik, Surya Paloh akan mengambil-alih jabatan Ketua Umum partai ini. Jika itu
terjadi, ada kemungkinan ‘kekuatan’ lain dalam tubuh partai ini, Harry
Tanoesoedibjo juga akan ikut bersaing. Bisa terjadi chaos.
Akhir-akhir ini isu
berkembang kalau ada pengusaha kelas kakap di partai ini memilih hengkang! Maka
dua kemungkinan terjadi di sini partai ini bakal ambruk atau beberapa
"pengusaha" yang penyokong partai "kabur".
Menanggapi adanya rumor
ini, Dr. (Cand). Alfons Loemau, MSi., MBus mengatakan kenyataan ini apabila
terjadi maka akan berdampak buruk bagi keberlangsungan Partai NasDem.
"Rumor mengenai
adanya pengusaha kelas kakap hengkang dari Partai NasDem ini bisa menjadi
preseden buruk bagi eksistensi partai itu sendiri. Karena mereka ini penyokong
terhadap keberadaan partai itu. Apalagi jika yang dimaksud adalah pengusaha
yang mempunyai jaringan kerja Multi Nasional Corporation, ini bakal menjadi
serius," tandasnya.
Menurut Alfons, rumor
ini harus disikapi secara baik dan benar agar anggota partai ini tidak hengkang
dari partai. Hal ini karena Partai Nasdem yang kini memiliki gaung yang
membahana di publik lewat iklan-iklan di media massa ini sampai ditinggalkan
oleh tokoh-tokoh yang keberadaannya sangat mempengaruhi adanya partai itu.
"NasDem sendiri
pernah punya sejarah di mana ditinggalkan oleh figur yang amat berpengaruhi di
masyarakat. Hal ini dapat dilihat saat NasDem menuju partai politik, Sultan HB
X cabut. Jangan sampai hal ini terulang," tegasnya.
Dengan demikian di balik
berbagai kejutan dan kontroversi ini Partai NasDem harus banyak berbenah agar
tidak sampai jatuh ke dalam kondisi chaostis. Apalagi pada saat
mendekati pemilu, libido ingin berebut kekuasaan akan semakin menggebu.
"Jangan sampai
organisasi yang telah dikemas dengan berbagai gerakan restorasi yang cemerlang,
menjadi layu sebelum berkembang. Partai NasDem yang terdengar santer di publik
menjadi hancur sebelum bertarung. Balon yang telah berkembang perlahan-lahan
mengempis dan jatuh," pungkas Alfons beranalogi. (El)
Catatan: Tulisan ini
sudah dimuat di komhukum.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar