Kamis, 30 Mei 2019

Pengusaha "Kabur", Partai NasDem Terbenam Chaostis ?


PS (Jakarta) - Partai Nasdem merupakan salah satu partai baru yang telah dinyatakan lolos verifikasi pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum.

Partai NasDem kini sedang memikirkan strategi dan lobi-lobi yang konstruktif dalam mencari figur-figur yang bakal dijadikan calon Presiden di Pilpres 2014 bersama beberapa figur lain yang kini telah diusung untuk berdebut di pesta demokrasi politik RI ini.

Di riuhnya euforia gebrakan yang telah dilakukan oleh partai di bawah pimpinan Ketum Patricia Rio Cappella tersebut, kini Partai Nasdem dengan jargon mengusung restorasi ini terancam pecah.

Rumor yang berkembang di publik, Surya Paloh akan mengambil-alih jabatan Ketua Umum partai ini. Jika itu terjadi, ada kemungkinan ‘kekuatan’ lain dalam tubuh partai ini, Harry Tanoesoedibjo juga akan ikut bersaing. Bisa terjadi chaos. 

Akhir-akhir ini isu berkembang kalau ada pengusaha kelas kakap di partai ini memilih hengkang! Maka dua kemungkinan terjadi di sini partai ini bakal ambruk atau beberapa "pengusaha" yang penyokong partai "kabur".

Menanggapi adanya rumor ini, Dr. (Cand). Alfons Loemau, MSi., MBus mengatakan kenyataan ini apabila terjadi maka akan berdampak buruk bagi keberlangsungan Partai NasDem.

"Rumor mengenai adanya pengusaha kelas kakap hengkang dari Partai NasDem ini bisa menjadi preseden buruk bagi eksistensi partai itu sendiri. Karena mereka ini penyokong terhadap keberadaan partai itu. Apalagi jika yang dimaksud adalah pengusaha yang mempunyai jaringan kerja Multi Nasional Corporation, ini bakal menjadi serius," tandasnya. 

Menurut Alfons, rumor ini harus disikapi secara baik dan benar agar anggota partai ini tidak hengkang dari partai. Hal ini karena Partai Nasdem yang kini memiliki gaung yang membahana di publik lewat iklan-iklan di media massa ini sampai ditinggalkan oleh tokoh-tokoh yang keberadaannya sangat mempengaruhi adanya partai itu.

"NasDem sendiri pernah punya sejarah di mana ditinggalkan oleh figur yang amat berpengaruhi di masyarakat. Hal ini dapat dilihat saat NasDem menuju partai politik, Sultan HB X cabut. Jangan sampai hal ini terulang," tegasnya.

Dengan demikian di balik berbagai kejutan dan kontroversi ini Partai NasDem harus banyak berbenah agar tidak sampai jatuh ke dalam kondisi chaostis. Apalagi pada saat mendekati pemilu, libido ingin berebut kekuasaan akan semakin menggebu.

"Jangan sampai organisasi yang telah dikemas dengan berbagai gerakan restorasi yang cemerlang, menjadi layu sebelum berkembang. Partai NasDem yang terdengar santer di publik menjadi hancur sebelum bertarung. Balon yang telah berkembang perlahan-lahan mengempis dan jatuh," pungkas Alfons beranalogi. (El)

Catatan: Tulisan ini sudah dimuat di komhukum.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar