PS (Bajawa) - Di dalam kehidupan ini, kita seperti main catur; mereka
yang dapat melihat jauh ke depan itulah yang menang.
Kata-kata dari Buxton Charles; Penulis dari Britania Raya tak sengaja terlintas
dalam benak saya ketika pertama kali mendengar kisah hidup perjalanan karier
dari Veronika Ulle Bhoga.
Ungkapan ini
sengaja saya pilih mengawali penulisan buku biografi “Jalan Lain” - Perjalanan Karier Veronika Ulle Bhoga karena 70 tahun usia Veronika bukanlah waktu yang singkat
bagi seorang pribadi yang tekun untuk menjadi “the best” terbaik bagi dirinya sendiri serta kemudian menelorkan
nilai-nilai terindah untuk sesama.
Narasi
perjalanannya adalah serpihan-serpihan terbuang yang kemudian dikumpulkan
sehingga menjadi sebuah mozaik kisah hidup menarik sejak masa kanak-kanak yang
terkesan konyol, masa remaja yang diwarnai dengan petualangan sebagai perantau
dan masa dewasa yang penuh dengan perjuangan meraih kesuksesan.
Bila ditarik dari
awal kisahnya, akan sampai pada satu titik keyakinan jika segala hal yang
dilakukannya sejak usia dini hanya untuk menjadi terdepan. Kemauan ini memaksa
dirinya menekuni berbagai profesi untuk mencapai target tersebut. Siapa sangka
di usia masih kecil ia telah memaksa
dirinya menjadi penjual kelapa dengan menempuh perjalanan yang begitu panjang
dan melelahkan hanya sekedar untuk merasakan kedukaan para sahabatnya yang
datang dari kehidupan keluarga yang terbilang susah.
Sebagai putri dari
seorang guru, Veronika cukup mendapat kehidupan yang mumpuni. Namun hal itu
tidak membuat dirinya puas hati. Alasan ini membuat dirinya siap ketika diminta
untuk melanjutkan pendidikan ke tempat jauh yakni tanah Jawa pasca
menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama. Di balik kemauan itu
sebenarnya terbersit dari sebuah mimpi yang lahir dari potret buram di sebuah
buku atlas yakni menginjak kaki di pelabuhan Tanjung Priuk dan Tanjung Perak. Jadilah dirinya
seorang yang bertipikal keriting Flores namun kehidupan budaya, bahasa yang
melampaui teman-temannya yang berasal dari Jawa.
![]() |
| (Penulis Bersama Mama Vero dan keluarganya. Foto Piko Soa) |
Beruntung Vero
kecil dan keluarganya dikenal Pater Hubertus Hermens, SVD mampu menemukan
talenta dan mimpi tersembunyi dari sosok wanita yang multitalenta ini. Ia bisa
tampil begitu feminim namun tidak dipungkiri pada titik-titik tertentu dalam
durasi perjalanan simponi hidup masa kecilnya, ia bergelut dengan profesi para
lelaki seperti pemain sepak bola yang handal serta menghabiskan banyak waktunya
menjadi orator-orator layaknya aktivis jejaka jalanan.
![]() |
| (Penulis Bersama Yoseph Aryanto Ludoni, B.Sc : Dosen Undana) |
Tetapi sebaliknya
ia pandai melantunkan nyanyian-nyanyian syair kehidupan dan jari jemalinya
pandai memainkan tuts-tuts piano yang membuai. Di balik kesibukan itu ia terus
mengasah kemampuan akademinya dengan berbagai ilmu. Sejak mengenyam pendidikan
dasar, Vero kecil sudah menggilai gagasan-gagasan Soekarno dengan interpretasi buta,
berlanjut dengan melahap karya-karya pujangga baru dan sastrawan-satrawan besar
yang pada akhirnya mendorongnya pun untuk menulis. Karya-karya fiktifnya seperti “Telegram”, “Jasa Tua Renta”, “Belenggu”
dan “Dengarlah aku, jangan Paksa aku” adalah
titisan hati yang pernah mewarnai kolom-kolom media di NTT.
Kecintaan yang
total pada karya sastra ini memaksa dirinya untuk bertemu dengan beberapa
penulis kawakan Indonesia hanya sekedar untuk berbagi cerita. Ia bisa menikmati
sepoinya inspirasi Sanusi Pane pada puisi “Candi Mendut” ketika pertama kali
berada di tempat yang sama. Vero juga
berusaha merasakan deraian air mata Mochtar Lubis ketika jadi tahanan dengan mengunjungi
penjara penulis kisah “Bukan Karena Aku
Perempuan” itu ditahan. Bahkan dengan keyakinan penuh mengunjingi N.H. Dini
untuk mencari tahu kisah metafisik di balik karya “Di Atas Perahu”.
![]() |
| ( Baju Puti Prof. Dr. Felisianos Sanga, M.Pd : Guru Besar Undana ) |
Perjuangan menjadi
penulis ini ditilik Vero sebagai sebuah mimpi. Ia yakin jika hidup adalah
mimpi; “lavida es Sueno”. Namun ia tidak hanya tidur untuk bermimpi.
Vero selalu terjaga untuk memenuhi mimpinya. Ia adalah tipe pribadi yang
menurut Richard Wheeler sebagai orang yang selalu menginginkan impiannya menjadi
kenyataan dan selalu menjaga dirinya agar tidak tertidur.
Mimpi itu terbayar
secara bertahap bahkan mengejutkan serta tidak terduga. Ia bukan hanya
mengagumi Soekarno namun pernah tampil secara memukau dan mendengar secara
langsung suara sang proklamator itu. Bahkan pernah menjalani tugas yang intens
dengan salah satu putri Presiden RI itu yakni Megawati Soekarnoputri: yang juga mantan Presiden Indonesia. Jika ditanya saat ini
apakah ia telah menjadi yang terbaik?
Jawaban adalah ya.
Veronika Ulle Bhoga telah menjadi terbaik dan terdepan bagi dirinya
sendiri. Bahkan ia juga telah menjadi
guru yang baik di mata murid, dosen yang kaliber di mata mahasiswa, instruktur
Guru yang handal di karier para pahlawan tanpa tanda jasa dan Anggota DPRD
Kabupaten Ngada yang vokal menyuarakan aspirasi rakyat karena Ia mempunyai
JALAN LAIN.
“Jalan Lain” adalah cetusan
pilihan alternatif ketika dirinya hampir gagal. Jalan lain adalah rel yang
menggambarkan potret perjuangannya yang tidak kenal lelah. Ketika gagal jadi
perawat, ia memilih jadi guru dan berhasil. Ketika gagal diterima di Undana, Ia
memilih UT dan berhasil. Ketika tak punya kos ia memilih menjadi sopir hanya
untuk bisa mendapat tumpangan. Saat tidak ada jurusan bahasa Inggris, ia
memilih menjadi pengajar bahasa Bangsa.
![]() |
| (Bersama Mahasiswa Citra Bhakti Ngada di acara launching Buku " Jalan Lain") |
“Jalan Lain” adalah kisah nyata kehidupan karier Veronika
Ulle meniti mimpi.” Jalan lain”
adalah sisi lain dari kehidupan yang lebih berpusat pada karier dan profesi. “Jalan Lain” adalah seni yang dimainkan
oleh Vero untuk mengubah sebuah kemungkinan menjadi peluang. Tantangan menjadi
keberuntungan. Bahkan bisikan dari kerumunan banyak orang diamininya sebagai
peluang. Hal ini yang pada akhirnya menghantar dirinya sebagai DPRD Kabupaten
Ngada hingga saat buku ini ditulis. Semuanya karena Veronika Ulle Bhoga punya “Jalan Lain” untuk menjadi yang
terdahulu.
Info untuk yang berminat terhadap buku ini
Kontak di Ibu Vero:
No Hp: 081 339 316 493
WA : 081 339 316 493





Tidak ada komentar:
Posting Komentar